review-komik-avengers-the-kree-skrull-war

Review Komik Avengers: The Kree-Skrull War

Review Komik Avengers: The Kree-Skrull War. Awal 2026 ini, komik Avengers: The Kree-Skrull War dari Avengers isu 89-97 tahun 1971-1972 kembali ramai dibicarakan penggemar. Epic Collection dan Gallery Edition yang dirilis ulang pada 2022-2025, plus diskusi panas di platform sosial pasca-pencapaian milestone Avengers isu 800, membuat saga klasik ini laris dibaca ulang. Cerita epik karya Roy Thomas dengan seni Sal Buscema, Neal Adams, dan John Buscema ini mengisahkan perang antar dua kekaisaran alien—Kree yang militeristik dan Skrull yang bisa berubah bentuk—yang menyeret Bumi sebagai medan perang. Dengan Avengers terperangkap di tengah, termasuk konflik internal akibat pengkhianatan Skrull dan rencana gila Ronan the Accuser, narasi ini jadi tonggak awal event crossover besar. Di era cosmic storylines modern, karya ini terasa profetik dan layak direview ulang sebagai blueprint petualangan skala galaksi. BERITA VOLI

Plot dan Konflik Kosmik yang Ambisius: Review Komik Avengers: The Kree-Skrull War

Cerita dibuka saat Captain Marvel kembali dari Negative Zone, ditangkap Avengers—Quicksilver, Scarlet Witch, Vision, dan Goliath—karena radiasi mematikan. Rick Jones terlibat, dan Kree Sentry dikirim Ronan untuk menangkapnya, memicu Plan Atavus: devoluasi Bumi jadi zaman prasejarah sebagai basis perang lawan Skrull. Avengers bertarung, tapi Skrull menyamar sebagai Captain America, Thor, dan Iron Man, memecah tim sementara. Konflik naik saat Skrull culik anggota, Avengers kejar ke Attilan Inhumans—dikuasai Maximus—lalu ke luar angkasa. Pertarungan melibatkan Super-Skrull, Fantastic Four palsu, dan klimaks di planet Kree Hala, di mana Rick Jones aktifkan Destiny Force lawan Supreme Intelligence. Plot anyam continuity lama dari Fantastic Four dan Captain Marvel, penuh twist pengkhianatan, alegori McCarthyism via Senator Craddock (Skrull menyamar), dan tema kekuatan manusia vs imperialisme alien. Meski panjang sembilan isu, narasi ketat dengan stakes tinggi, menjadikannya model event modern.

Seni Visual dan Kolaborasi Ikonik yang Dinamis: Review Komik Avengers: The Kree-Skrull War

Seni jadi sorotan utama, dengan Sal Buscema awal ciptakan energi Kirby-esque, Neal Adams (#91-92) bawa realisme revolusioner—panel splash Triton muncul dari air ikonik, ekspresi emosional mendalam, layout inovatif. John Buscema tutup dengan skala epik armada luar angkasa. Inking Tom Palmer satukan gaya, warna era Bronze Age cerah tapi dramatis. Adegan Ant-Man masuk tubuh Vision atau pertempuran massal di Attilan penuh gerak, buktikan transisi seniman mulus. Di reprint Epic Collection 2025, kualitas cetak tunjukkan seni ini timeless, pengaruhnya pada artist modern jelas—dari komposisi luas hingga detail alien. Bahkan dialog Roy Thomas yang kadang melodramatis terasa hidup berkat visual, buat pembaca 2026 kagum betapa ambisius produksi 1970-an tanpa CGI.

Dampak Budaya dan Warisan Abadi

Kree-Skrull War revolusi komik: pertama arc panjang hampir setahun di Avengers, pecah batas tiga isu, jadi blueprint crossover seperti Secret Wars atau Infinity. Perkenalkan Illuminati (pasca-perang, Iron Man dll konfrontasi Skrull), fondasi Secret Invasion, Empyre. Tema perang dingin galaksi, paranoia infiltrasi, dan potensi manusia (Destiny Force) alegori konflik dunia nyata, relevan di 2026 dengan isu luar angkasa. Pengaruh luas ke adaptasi—Captain Marvel film pinjam elemen—dan diskusi sosial soal Avengers vs X-Men atau pemerintahan curiga pahlawan. Meski dialog dated, saga ini ukur keberanian naratif, inspirasi event kontemporer. Relevansinya kuat pasca-milestone 800, ingatkan asal epik tim.

Kesimpulan

Avengers: The Kree-Skrull War tetap mahakarya kosmik di 2026, dengan plot ambisius, seni legendaris, dan warisan membentuk genre. Epic Collection baru bikin aksesibel bagi generasi muda, tawarkan petualangan galaksi penuh twist dan tema mendalam. Bagi penggemar klasik, nostalgia; bagi baru, pengantar event besar. Di tengah cosmic hype, komik ini ajak renung: kekuatan sejati bukan senjata alien, tapi semangat bersatu. Bacalah ulang, rasakan mengapa saga 1971-72 ini abadi.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *