Review Komik Haite Kudasai Takamine-san. Komik Haite Kudasai, Takamine-san yang mulai serialisasi sejak 2019 kembali ramai dibahas di awal 2026. Manga ecchi romcom sekolah ini masih berlangsung dengan update rutin, dan telah mencapai lebih dari 70 chapter hingga kini. Cerita tentang Takamine yang punya kemampuan rewind waktu unik ini semakin digemari penggemar genre school life dengan fanservice halus. Meski premise absurd, karya ini terus bertahan karena humor mengena dan perkembangan romansa yang lambat tapi bikin penasaran. BERITA BOLA
Plot dan Karakter Utama: Review Komik Haite Kudasai Takamine-san
Cerita mengikuti Koushi Shirota, siswa SMA biasa yang tak punya teman dan sering tak terlihat. Suatu hari, ia tak sengaja melihat Takane Takamine, presiden OSIS sempurna yang jadi idola sekolah, sedang ganti baju. Ternyata Takamine punya kemampuan rewind waktu dengan melepas pakaian dalamnya, yang kemudian menghilang. Karena Shirota melihatnya telanjang, ia ikut terbawa rewind, dan Takamine paksa dia jadi “closet” pribadi—selalu bawa cadangan untuk ganti kapan saja.
Takamine digambarkan sebagai gadis perfeksionis, cantik, pintar, dan atletis, tapi punya sisi teasing yang dominan. Shirota awalnya pasrah dan gugup, tapi perlahan tunjukkan sisi peduli. Karakter pendukung seperti teman sekolah atau rival menambah situasi lucu. Chemistry mereka terasa kuat, dari awal blackmail jadi saling paham, dengan hint Takamine sudah suka Shirota sejak kecil.
Elemen Ecchi dan Komedi: Review Komik Haite Kudasai Takamine-san
Haite Kudasai, Takamine-san unggul di fanservice kreatif seputar kemampuan rewind, yang bikin situasi awkward tapi lucu berulang. Ecchi di sini tak vulgar, lebih ke teasing dan salah paham yang bikin gemas. Komedi datang dari dinamika master-servant terbalik, di mana Takamine dominan sementara Shirota sering kewalahan tapi setia.
Ilustrasi clean dengan detail fanservice halus, ekspresi Takamine yang tsundere ikonik, dan panel komedi timing pas. Tempo cerita santai di bagian school life, tapi cepat saat rewind ubah situasi, membuat chapter mudah dibaca ulang untuk tawa kecil.
Kelebihan dan Kritik
Komik ini dipuji karena premise absurd yang dieksekusi fun, humor teasing yang addicting, serta progress romansa realistis tanpa buru-buru. Banyak pembaca suka bagaimana Takamine tak hanya fanservice object, tapi punya backstory emosional, plus rating tinggi karena feel good meski ecchi. Update konsisten bikin cocok untuk bacaan panjang.
Di sisi lain, beberapa kritik bilang ecchi kadang repetitif dengan formula rewind yang sama, MC Shirota terlalu pasif awalnya, serta pacing lambat di arc school event. Ada yang merasa fanservice terlalu dominan hingga plot sampingan kurang dieksplor. Meski begitu, setelah 20-30 chapter, romansa semakin kuat dan sulit drop.
Kesimpulan
Haite Kudasai, Takamine-san tetap jadi ecchi romcom sekolah yang entertaining di awal 2026 ini. Kisah Takamine dan Shirota mengingatkan bahwa di balik perfeksionisme sering ada rahasia lucu, dan romansa butuh waktu untuk berkembang. Dengan fanservice cerdas, komedi mengena, dan update berkelanjutan, komik ini layak diikuti bagi penggemar genre teasing tsundere. Secara keseluruhan, ini manga guilty pleasure yang abadi, cocok untuk bacaan santai penuh tawa dan baper ringan.

