Sakamoto Days 10: Ujian Maut JCC & Bakat Akira
Sakamoto Days 10: Ujian Maut JCC & Bakat Akira

Sakamoto Days 10: Ujian Maut JCC & Bakat Akira

Sakamoto Days 10 Di tengah gempuran manga shonen modern yang sering kali terjebak dalam eksposisi kekuatan yang rumit atau drama yang terlalu depresif, Sakamoto Days hadir sebagai oase hiburan murni. Manga karya Yuto Suzuki ini adalah perpaduan sempurna antara aksi koreografi level John Wick, komedi slapstick ala Gintama, dan kehangatan keluarga.

Volume 10 menandai dimulainya arc baru yang sangat dinanti: Infiltrasi JCC (Japan Clean Creation), sekolah khusus pembunuh bayaran tempat Sakamoto dulu ditempa menjadi legenda. Demi mencari data tentang “Slur” (X), Sakamoto dan rekannya, Shin, harus menyusup masuk bukan sebagai guru, melainkan sebagai siswa. Premis ini saja sudah menjanjikan kekacauan komedi, tetapi Suzuki berhasil menyuntikkan ketegangan tinggi melalui ujian masuk yang mematikan. Volume ini adalah pembuktian bahwa Sakamoto Days bukan sekadar manga komedi aksi biasa, melainkan salah satu manga dengan tata letak panel aksi terbaik di majalah Weekly Shonen Jump saat ini.

Shin Asakura: Bukan Lagi Sekadar “Sidekick”

Salah satu kritik awal terhadap seri ini adalah ketergantungan plot pada kehebatan Sakamoto. Namun, Volume 10 memberikan panggung utama kepada Shin Asakura. Karena Sakamoto harus menyamar (dan menahan diri agar identitasnya tidak terbongkar), Shin dipaksa untuk memimpin.

Perkembangan karakter Shin di sini sangat memuaskan. Kemampuan membaca pikirannya (clairvoyance) tidak lagi digunakan secara pasif. Kita melihat Shin menggunakan kekuatannya secara taktis dan agresif dalam pertempuran jarak dekat di dalam pesawat yang sempit. Dia belajar untuk memprediksi gerakan musuh bukan hanya untuk menghindar, tapi untuk melakukan serangan balik (counter) yang presisi. Shin bertransformasi dari mantan pembunuh bayaran yang ragu-ragu menjadi petarung cerdas yang mampu mengambil keputusan cepat di bawah tekanan ekstrem. Volume ini menegaskan bahwa Shin layak menjadi protagonis kedua seri ini, bukan sekadar pengumpan lelucon bagi Sakamoto.

Akira Akao: Hantu dari Masa Lalu Sakamoto Days 10

Kejutan terbesar di volume ini adalah sorotan pada karakter Akira Akao. Awalnya diperkenalkan sebagai gadis polos yang naif, Volume 10 mengupas lapisan mengerikan dari bakat terpendamnya. Akira adalah keponakan dari Rion Akao, mantan rekan satu tim Sakamoto yang legendaris.

Momen ketika Akira “mengaktifkan” naluri membunuhnya di tengah ujian adalah salah satu adegan paling chilling (membuat merinding) di volume ini. Suzuki menggambarkan perubahan tatapan mata Akira dengan sangat detail—dari mata yang penuh keraguan menjadi mata yang dingin dan fokus, persis seperti Rion. Bakat alaminya untuk “melihat jalur pembunuhan” (killing path) bahkan sempat membuat Sakamoto tertegun.

Kehadiran Akira memberikan bobot emosional pada cerita. Motivasinya untuk mencari tahu nasib bibinya menghubungkan plot masa kini dengan misteri masa lalu Sakamoto, menjadikan arc JCC ini bukan sekadar misi sampingan, melainkan kunci utama mitologi Sakamoto Days.

Koreografi Aksi: Masterclass di Ruang Sempit

Yuto Suzuki adalah jenius dalam memanfaatkan lingkungan (environment) untuk aksi. Sebagian besar konflik di volume ini terjadi di dalam pesawat terbang yang sedang mengudara. Ruang yang sempit, kursi penumpang, troli makanan, hingga pintu darurat, semuanya digunakan sebagai senjata.

Paneling Suzuki sangat sinematik. Dia menggunakan garis gerak (speed lines) yang bersih dan sudut pandang kamera yang dinamis (seperti fisheye lens) untuk memberikan sensasi kecepatan dan dampak pukulan. Pembaca bisa merasakan guncangan pesawat dan sempitnya ruang gerak karakter. Tidak ada sihir atau jurus energi di sini; hanya fisika, momentum, dan benda tumpul. Kejelasan visual ini membuat Sakamoto Days sangat mudah diikuti mata, bahkan saat terjadi kekacauan massal di panelnya. (berita bola)

Komedi “Mrs. Sakamoto”

Tentu saja, elemen komedi tetap menjadi penyeimbang yang vital. Keputusan Sakamoto untuk menyamar sebagai wanita (istrinya sendiri, Aoi) demi masuk ke ujian adalah sumber tawa yang tak ada habisnya.

Melihat “Mrs. Sakamoto” yang berbadan gempal dan berkumis tipis (yang ditutupi makeup) bergerak lincah menghajar pembunuh bayaran profesional dengan gerakan balet yang “elegan” adalah komedi visual emas. Yang lebih lucu lagi adalah reaksi karakter lain yang entah bagaimana percaya—atau terlalu takut untuk mempertanyakan—penyamaran tersebut. Suzuki pandai memainkan kontras antara situasi hidup-mati yang serius dengan absurditas penampilan Sakamoto, menciptakan nada unik yang menjadi ciri khas manga ini.

Pesaing Baru: Generasi Monster

Volume 10 juga memperkenalkan serangkaian karakter baru yang menarik, para peserta ujian JCC yang merupakan “Generasi Monster”. Karakter seperti Natsuki Seba (yang benci pembunuh bayaran tapi jenius menggunakan senjata tak terlihat) dan Toramaru (fangirl Sakamoto yang obsesif) menambah warna pada dinamika ujian.

Mereka bukan sekadar penjahat figuran; mereka memiliki kepribadian dan gaya bertarung yang unik. Interaksi Shin dengan mereka—terutama friksi dengan Seba—menjanjikan rivalitas yang menarik ke depannya. Ini memperluas dunia Sakamoto Days, menunjukkan bahwa dunia pembunuh bayaran penuh dengan individu-individu eksentrik yang tak kalah gila dari Sakamoto.

Kesimpulan Sakamoto Days 10

Sakamoto Days, Vol. 10 adalah volume yang solid dan menghibur dari awal hingga akhir. Ia berhasil menjaga momentum cerita tetap tinggi sambil memperkenalkan elemen misteri baru melalui Akira Akao.

Bagi penggemar aksi, ini adalah hidangan mewah. Bagi penggemar komedi, ini adalah tontonan yang mengocok perut. Yuto Suzuki membuktikan bahwa dia mampu menangani ensemble cast yang besar tanpa kehilangan fokus pada inti ceritanya: seorang pria gemuk yang hanya ingin melindungi kedamaian keluarganya, meskipun harus menghajar satu pesawat penuh pembunuh bayaran untuk melakukannya. Volume ini adalah tiket emas menuju arc sekolah paling berbahaya dan paling seru di Shonen Jump.

review komik lainnya ….

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *